Dinamika Religiusitas Kaum Marjinal Tunawisma di Kawasan Urban Yogyakarta
Keywords:
komunitas tunawisma, marginalisasi ekslusi, religiusitas, pengucilan sosialAbstract
Penelitian ini mengeksplorasi praktik keagamaan dan identitas spiritual komunitas tunawisma di Yogyakarta, dengan meneliti bagaimana kelompok-kelompok terpinggirkan ini menegosiasikan ekspresi keagamaan mereka di dalam ruang-ruang perkotaan yang sering kali mengecualikan mereka. Penelitian ini membahas kesenjangan yang signifikan dalam pemahaman sosiologis tentang bagaimana marginalisasi sosial-ekonomi bersinggungan dengan status minoritas agama dalam konteks perkotaan Indonesia. Dengan menggunakan analisis dokumenter kualitatif dan kerangka teoritis dari sosiologi perkotaan dan sosiologi agama, penelitian ini menyelidiki mekanisme sosial dari eksklusi agama yang dialami oleh para tunawisma. Temuan penelitian mengungkapkan pola kompleks pembentukan identitas keagamaan di antara komunitas tunawisma, yang dicirikan oleh praktik sinkretis yang memadukan spiritualitas tradisional Jawa dengan elemen-elemen keagamaan arus utama, terutama sebagai mekanisme adaptif terhadap marginalisasi struktural. Komunitas-komunitas ini mengembangkan ruang dan ritual keagamaan alternatif yang secara bersamaan memberikan makna spiritual dan jaringan dukungan praktis. Penelitian ini berkontribusi untuk memahami bagaimana ekspresi keagamaan berfungsi sebagai mekanisme penanggulangan dan bentuk perlawanan terhadap eksklusi sosial-spasial di lingkungan perkotaan, yang menantang narasi dominan tentang homogenitas agama di Yogyakarta.



